Kiper Timnas: Kami Dirampok Wasit

Kekalahan Timnas Indonesia U-23 atas Uni Emirat Arab (UEA) U-23, membuat nama wasit asal Australia, Shaun Robert Evans, jadi kambing hitam. Keputusan kontroversial Evans memberikan dua hadiah penalti buat UEA, membuat pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas, dan para pemainnya sangat marah.

Evans memberikan dua penalti masing-masing di menit 16 dan 64. Terutama yang kedua, penjaga gawang Timnas U-23, Andritany Ardhiyasa, memberikan reaksi cukup keras.

Penjaga gawang yang bermain untuk Persija Jakarta ini, merasa pertandingan timnya melawan UEA telah dirampok oleh Evans. Pemain yang akrab disapa Bagol ini juga senada dengan Milla, menyoroti penalti kedua yang diberikan Evans.

Menurutnya, situasi saat itu adalah 50:50. Dan, seharusnya Evans tak dengan mudahnya memberikan penalti buat UEA.

“Di pertandingan malam ini, pertandingan kami dirampok oleh wasit. Kami sudah bermain sangat bagus, tapi penalti kedua itu tidak seharusnya terjadi, karena itu 50:50,” ujar Andritany kepada wartawan.

Meski demikian, Andritany merasa kekalahan ini bukanlah akhir dari perjalanan timnas. Masih ada Piala AFF 2018 yang harus dihadapi. Walaupun, ia masih sangat kecewa dengan kekalahan ini.

“Kami seharusnya tidak tereliminasi dari Asian Games. Tapi, ini bukan akhir bagi Tim Nasional Indonesia. Di depan masih ada Piala AFF dan event-event lainnya,” kata Andritany.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : VivaNews.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *