Man United Mulai Khawatir Mourinho Mundur di Akhir Musim

Ada kekhawatiran yang berkembang di Old Trafford bahwa Jose Mourinho tidak akan menjadi manajer Manchester United musim depan. Namun hanya orang-orang dalam yang merasakan dan khawatir pelatih asal Portugal ini akan hengkang pada akhir musim ini.

Seperti yang dikomentari seorang pengamat pada Rabu (3/1) bahwa “Jose tampaknya mengalami sindrom musim ketiga.”

Saat ini, staf Mourinho di United mulai merasakan sang manajer sebagai sosok yang lain, menyendiri, dan menghabiskan lebih banyak waktu di luar Manchester.

Rumah tempat ia tinggal, seperti yang dia katakan baru-baru ini dalam satu wawancara, ada di London dan Mourinho tidak merahasiakan keputusannya untuk tinggal di hotel saat berada di Manchester.

Baca Juga: Hazard Merasa Bahagia di Stamford Bridge 

Mourinho adalah seorang manajer yang memiliki etos kerja tinggi dan sangat perhatian pada detail. Tetapi dengan frekuensi kembali ke rumah keluarganya, muncul sejumlah pertanyaan terkait komitmen dan ini menjadi sebuah sinyal.

Mourinho adalah seorang yang suka naik kereta api dan kadang-kadang menggunakan pesawat untuk perjalanan pulang kerja.

Dia juga menggunakan jet pribadi pada Malam Natal dan Hari Natal, karena memberi para pemainnya libur Natal yang panjang, walau wajib mengikuti pelatihan pada tanggal 24 Desember pagi dan 25 malam.

Beberapa pejabat klub mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya jet yang disewa oleh Mourinho. Dan mereka menyarankan Mourinho membayarnya secara pribadi jika memang begitu.

Tapi banyaknya perjalanan kembali ke rumahnya di selatan Inggris, membuat beberapa orang mempertanyakan mengapa istrinya, Matilde, tidak mau pindah ke Manchester.

Kalau irama hidup Mourinho ini sejalan dengan prestasi klubnya, kekhawatiran seperti di atas tidak mungkin muncul.

Tetapi ketika Manchester City menjadi dominan dan duduk di puncak Premier League, gaya hidup Mourinho pun menjadi sorotan.

Mourinho memang telah membuat banyak kemajuan dibandingkan pendahulunya, Louis van Gaal, namun pelatih asal Belanda itu setidaknya selalu dikenang publik dengan gaya hidupnya yang merakyat di Manchester.

Dia dan istrinya membeli sebuah rumah di Cheshire, sering bersantap di restoran terdekat dan bahkan bergabung dengan klub tenis setempat.

Bagi penduduk Bowdon dan Hale, Van Gaal menjadi sangat akrab dan adalah hal biasa kalau bertemu dia. Dia sering menikmati jalan-jalan sore bersama warga sekitar.

Sebaliknya, Mourinho adalah seorang pertapa, dan sesekali terlihat berada di kereta komuter di Stockport atau London Euston.

Masalah lain yang membuat banyak yang khawatir adalah sikapnya yang frontal terhadap pemilik klub. Seperti dilansir Sportsmail, Rabu, Mourinho mengkritik pembelanjaan United dengan komentar yang tampaknya ditujukan langsung ke dewan direksi.

Hal lain juga yang menjadi perhatian banyak pihak adalah ketika ia menyerang Paul Scholes, yang mengkritik gaya kepemimpinannya. Mantan pemain United itu kini menjadi pengamat bola dan dia bersama beberapa pakar mengidentifikasi masalah di dalam tim Mourinho.

Tapi alih-alih merespons komentar pakar lain yang adalah mantan pemain Liverpool atau mantan pemain Arsenal, Mourinho malah menyerang Scholes.

Mourinho mengatakan, kritik Scholes terhadap Paul Pogba dengan cara tertentu didorong oleh kebencian atas gaji yang diminta gelandang Timnas Prancis itu.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : BeritaSatu.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *