Marquee Player Cukup Sekali Tampil di Piala Dunia

PSSI telah membuat keputusan mengenai penggunaan pemain marquee player di Liga 1 musim baru nanti.

Keputusan tersebut dinilai sangat mendadak.

Sebab, sebelumnya PSSI tidak memiliki rencana untuk menggunakan konsep penggunaan satu pemain bintang dunia dalam kompetisi kasta tertinggi itu.

Terlebih lagi, konsep tersebut muncul setelah Persib Bandung resmi menggaet Michael Essien, mantan bintang Chelsea.

Tak pelak, sejumlah wacana liar pun berkembang bahwa, kebijakan penggunaan marque player itu hanya strategi dari para elit Persib untuk menguntungkan mereka.

Apalagi, di operator PT Liga Indonesia Baru saat ini, sejumlah elit Maung Bandung — julukan Persib — seperti Glenn Sugita mendapat posisi penting sebagai komisaris utama.

Namun, belakang, wacana liar tersebut mendapat bantahan dari para elit PSSI sendiri.

Yunus Nusi, Ketua Executive Committe (Exco) PSSI mengatakan, konsep penggunaan marquee player tersebut bersumber dari mereka.

“Dan, kami sudah memutuskannya dalam rapat Exco sebelum Michael Essien bergabung dengan Persib,” kata Nusi.

Alasan pria yang juga Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur itu, kebijakan penggunaan marquee player tersebut semata-mata bertujuan untuk meningkatkan market sepak bola tanah air.

“Karena dari hasil kajian kami, dengan adanya para mantan pemain dunia di kompetisi tanah air, maka secara otomatis juga akan meningkatkan kualitas kompetisi tanah air,” ujar dia.

Namun, lanjut Nusi, indikator seorang pemain bisa disebut sebagai marquee player tersebut, tidak seperti yang berkembang belakangan ini.

Memang, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi sebelumnya menyebutkan bahwa, syarat seorang pemain mendapat status marquee player tersebut adalah pernah tampil di Piala Dunia tiga kali terakhir.

Nah, menurut Nusi, syarat marque player versi Exco PSSI, adalah seorang pemain minimal pernah tampil di Piala Dunia.

“Artinya, tidak perlu sampai tiga kali tampil, apalagi sampai harus tiga kali beruntun dalam piala dunia terakhir. Karena tidak banyak pemain di dunia ini yang bisa memenuhi syarat tiga kali turun di Piala Dunia,” ujar Nusi.

Semantara itu, general manager Arema FC, Ruddy Widodo menyebutkan bahwa mereka belum berpikir untuk menggunakan marquee player dalam kompetisi musim baru nanti.

Sebab, untuk mendapat pemain kelas dunia dalam waktu dekat, tidak mudah.

“Tapi, lebih dari itu, syarat seorang pemain bisa disebut marquee player itu juga harus diperjelas. Karena informasi yang kami terima masih simpang siur,” keluh Ruddy.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : JPNN.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *