Masuk Zona Degradasi, Everton Usir Koeman

Everton memecat pelatih Ronald Koeman pada Senin (23/10/2017) setelah tim dari Liverpool itu dihajar Arsenal dengan skor 2-5 di kandang sendiri, Goodison Park, dalam pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris.

Pelatih asal Belanda itu hanya bertugas selama 16 bulan dan membuat manajemen mengeluarkan dana besar dengan mendatangkan banyak pemain dalam jendela transfer musim panas lalu, tetapi nyatanya The Toffees hanya bisa menang dua kali dari sembilan laga liga.

Catatan tersebut menjadikan Everton musim ini memulai liga paling buruk sejak 11 tahun yang lalu yakni pada musim 2005-2006. Saat itu, di bawah arahan pelatih David Moyes, dalam sembilan laga awal, Everton hanya meraih 4 angka hasil masing-masing satu menmang dan seri serta kalah tujuh kali.

“Everton FC dapat mengonfirmasi bahwa Ronald Koeman telah meninggalkan klub. Chairman Bill Kenwright, dewan direksi, dan pemegang saham mayoritas Farhad Moshiri berterima kasih kepada Ronald atas apa yang telah diberikannya kepada klub selama 16 bulan dan membimbing tim finis di peringkat ketujuh musim lalu,” demikian pernyataan resmi manajemen Everton.

Everton bisa disebut sebagai salah satu klub terbesar di Inggris, tetapi gelar juara kompetisi level tertinggi dalam sistem sepak bola Inggris terakhir mereka raih terjadi 30 tahun silam pada musim 1986-1987 ketika ditukangi Howard Kendall, mantan gelandangnya sendiri yang meninggal dunia Oktober 2 tahun lalu.

Koeman merupakan mantan andalan lini belakang dan tengah Timnas Belanda. Sebagai pemain dia menjadi bagian dari skuat negaranya ketikan tampil sebagai juuara Piala Eropa 1988 bersama Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard.

Dia juga selalu merumput bersama klub-klub besar yakni Groningen, Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, Feyenoord Rotterdam (Belanda) dan FC Barcelona (Spanyol).

Sebagai pelatih, sebelum bersama Everton, Koeman menangani Vitesse Arnhem, Ajax, Benfica, PSV, Valencia, AZ Alkmaar, Feyenoord, dan Southampton. Sebelum menjabat posisi pertama kali sebagai pelatih kepala di Vitesse, dia menjadi asisten pelatih Timnas Belanda dan Barcelona.

Dengan kekalahan 2-5 dari The Gunners Arsenal pada pekan kesembilan Liga Primer, Everton kini terpuruk di peringkat 18 atau teratas di zona degradasi dengan nilai hanya 8. Posisi Everton hanya lebih baik ketimbang AFC Bournemouth (7) dan Crystal Palace (3).

Everton akan meneruskan perjuangan untuk bangkit kembali di ajang Liga Primer pada Minggu tengah malam WIB (29/10/2017) melawan tuan rumah Leicester City, tetapi sebelumnya pada Kamis dini hari WIB (26/10/2017) akan bertandang ke markas Chelsea di Piala Liga Inggris (EFL Cup).

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Bisnis.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *