Menanti Drama Penghormatan Real Madrid untuk Barcelona

Barcelona sudah dipastikan menjadi juara LaLiga musim 2017/2018. Namun, mereka masih menyisakan laga penting melawan Real Madrid di Estadio Camp Nou, Senin dini hari WIB 7 Mei 2018.

Meski begitu, drama masih saja tetap terjadi sebelum pertandingan berlangsung. Penyebabnya adalah penolakan Madrid untuk memberi penghormatan kepada Barcelona.

Dalam istilah Spanyol, seremoni tersebut dinamakan Pasillo. Tradisi yang sudah sejak 1970 dan dilakukan pertama kali oleh Athletic Bilbao kepada Atletico Madrid.

Para pemain lawan yang akan memberi penghormatan biasanya membentuk dua barisan. Mereka menyambut kedatangan tim juara ke dalam lapangan.

Sejak saat Bilbao memulainya, Pasillo selalu dilakukan. Lantas mengapa Madrid menolak? Tentu saja semua itu bukan tanpa alasan yang jelas.

Padahal pada musim 2007/2008, Barcelona mau memberikan penghormatan kepada Madrid yang sepekan sebelum pertandingan kedua tim telah menyegel gelar juara. Momen itu bahkan di lakukan di Camp Nou.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, menjadi aktor utama dari penolakan kali ini. Dia merasa anak asuhnya hanya harus fokus ke pertandingan, terlebih dalam waktu dekat bermain di final Liga Champions.

“Kami tidak akan melakukan guard of honor (penghormatan kepada juara) atau memikirkan apa yang akan terjadi dalam satu bulan ke dpan. Itu sudah menjadi keputusan saya,” katanya, dikutip dari Football Espana.

Keinginan Zidane tersebut diperkuat oleh kapten Madrid, Sergio Ramos. Dia menegaskan apa yang dikatakan sang juru taktik adalah hal yang harus dipatuhi para pemain.

“Yang dikatakan Zidane adalah wahyu. Kita terlalu sibuk dengan semua ini. Barca memiliki gelar juara yang mereka inginkan, tetapi tidak akan ada guard of honour sepenuhnya,” tutur Ramos, dikutip dari Marca.

Jika dirunut ke belakang, alasan Madrid kali ini seperti ajang balas dendam. Karena ketika mereka menjadi juara Piala Dunia Antarklub, Barcelona menolak memberi penghormatan.

Ernesto Valverde selaku pelatih klub asal Catalan ketika itu menolak karena menganggap Madrid juara bukan dalam kompetisi yang sama dengan mereka.

Selanjutanya

Pemain Barcelona Meradang, LaLiga Pilih Kalem

Sikap angkuh Madrid tersebut membuat pemain Barcelona meradang. Jordi Alba merasa ada petinggi Los Blancos yang menjadi pemicu penolakan ini.

“Jika mereka tidak ingin memberikan guard of honor, itu pasti karena pengaruh dari jajaran atas,” ujar bek berusia 29 tahun tersebut.

Barcelona mungkin akan menganggap cuma berdiri sendiri soal perlawanan kepada penolakan Madrid kali ini. Karena operator LaLiga pun tidak memberikan dukungan sama sekali.

Presiden LaLiga, Javier Tebas, justru membiarkan Madrid untuk tidak memberikan penghormatan. Dia berkilah dengan mengutamakan rivalitas kedua tim.

“Saya sebenarnya ingin agar tradisi itu tetap dipertahankan. Tapi jika itu untuk mempermalukan rival, saya tidak menyukainya,” kata Tebas, dikutip dari AS.

Bagi Tebas, keputusan Madrid sudah mutlak. Dia tak ingin mencapuri terlalu jauh, karena merasa penghormatan yang terlalu dipaksakan justru akan jadi penghinaan.

“Apa yang saya rasakan kali ini malah bukan menjadi penghormatan kepada tim juara, terutama Barcelona dan Madrid, tetapi akan jadi penghinaan,” tuturnya.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : VivaNews.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *