Payet Beraksi, Marseille Disikat Tim Zona Degradasi

Terjadi kejutan dalam laga pembuka pekan ke-23 Ligue 1 Prancis saat Metz, yang sebelum pertandingan dimulai berkutat di zona degradasi, menaklukkan peringkat keenam Olympique Marseille, yang merupakan salah satu kekuatan tradisional sepak bola Prancis.

Marseille sembilan kali juara Ligue 1, kedua terbanyak sepanjang sejarah setelah Saint-Etienne yang meraihnya 10 kali, sedangkan Metz hanya pernah satu kali menjadi runner up kompetisi level teratas di Prancis tersebut.

Namun, dalam pertandingan yang digelar di Stadion Saint-Symphorien di Longeville les Metz pada Sabtu pagi (4/2/2017), Marseille yang ditukangi Rudi Garcia harus menyerah dengan skor 0-1 akibat kecolongan gol tuan rumah pada menit ke-82 yang dilesakkan Yann Jouffre lewat tendangan bebas.

Dalam pertandingan ini, Rudi Garcia menurunkan Dimitri Payet, yang baru diboyong dari West Ham United dengan menyisakan kekesalan di klub lamanya akibat sempat menolak main meski belum terjadi transfer resmi. Payet masuk pada menit 54 menggantikan Bouna Sarr.

Dengan kemenangan itu, Metz melompat keluar zona degradasi. Saat ini tim yang dilatih mantan gelandangnya sendiri, Philippe Hinschberger, menempati peringkat ke-15 dengan nilai 24, sedangkan Marseille tertahan di posisi keenam dengan nilai 33.

Dalam game week kali ini terdapat dua big match yang patut menjadi perhatian yakni pertemuan dua tim teratas Monaco menjamu Nice serta Saint-Etienne versus Olympique Lyonnais.

Laga Monaco versus Nice akan sangat menentukan tim mana yang pada akhir musm ini berhak menggondol trofi. Tapi laga ini bukan hanya penting bagi kedua tim, melainkan juga PSG.

Hasil imbang Monaco versus Nice akan menguntungkan PSG, yang berarti membuat sang juara bertahan berkesempatan merapatkan jarak poin sekaligus dengan keduanya.

Sementara itu Saint-Etienne versus Olympique Lyonnais layak dicermati mengingat keduanya juga dalam jarak rapat di klasemen. Hasil pertandingan ini boleh jadi bukan mengacu pada perburuan gelar juara, namun sangat menentukan tim yang lolos ke Liga Champions dan Liga Europa.

Selain itu, Lyon menyandang status sebagai runner up Ligue 1 musim lalu, sedangkan Saint-Etienne adalah tim terbanyak juara Ligue 1 yakni 10 kali atau empat lebih banyak dari juara saat ini, PSG.

Berikut hasil dan jadwal lengkap pekan ke-23 (dalam WIB):

Sabtu, 4 Februari:

Metz 1 vs Olympique Marseille 0

23:00   AS Monaco  vs OGC Nice

Minggu, 5 Februari:

02:00   Girondins Bordeaux vs Stade Rennais

02:00   Lille OSC vs Lorient

02:00   Montpellier vs SC Bastia

02:00   Dijon FCO vs Paris Saint-Germain

02:00   En Avant Guingamp vs SM Caen

21:00   Toulouse vs Angers SCO

23:00   Nantes vs Nancy-Lorraine

Senin, 6 Februari:

03:00   Saint-Etienne vs Olympique Lyonnais.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Bisnis.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *