Perjuangan Timnas Indonesia U-22 Memang Berat

Perjuangan skuat Timnas Indonesia U-22 di ajang sepak bola SEA Games 2017, memang sangat berat.

Dengan tekanan bermain setiap dua hari, berbagai cara dilakukan agar pemain tetap fit. Namun, pada akhirnya tubuh Evan Dimas Darmono dkk tak bisa dipaksakan.

Evan dan Ricky Fajrin bahkan turun ke lapangan dalam kondisi agak flu. Dalam latihan sebelum semifinal melawan Malaysia tadi malam, mereka berdua memakai plester di hidung untuk melegakan napas.

”Agak flu jadinya pake gini,” kata Evan sambil menunjuk hidungnya.

Dokter Indonesia U-22 Syarif Alwi pun sudah megantisipasinya dengan mengatur pola istirahat dan suplemen vitamin yang cukup.

Lalu, pelatih Luis Milla terus melakukan rotasi kepada pemain. Namun, saat semifinal, tanpa Hansamu Yama, M. Hargianto, dan Marinus Wanewar, kekuatan tim berkurang.

Demi menjaga para pemain tetap bugar, tim pelatih mengakalinya dengan mengubah lokasi latihan.

Semula latihan berlangsung di University Kebangsaan Malaysia (UKM), Selangor yang berjarak hampir satu jam dari hotel tim di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur.

Namun, akhirnya dipindah ke Padang Kelab Aman, Kuala Lumpur. Hasilnya, perjalanan hanya menempuh sekitar 15 menit.

Khusus, jadwal latihan, berubah dari sore ke siang hari. Sebab, Luis Milla ingin sore hari hingga malam digunakan pemain untuk istirahat total.

Selain itu, beberapa pemain juga ada yang menjalani terapi dan rendam air es. Cara tersebut cukup ampuh dalam mengatasi pendeknya masa recovery.

Juga, pantang bagi para pemain untuk memakan gorengan. Pola makan diatur dengan sangat tertib.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : JPNN.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *