PSM Makassar Tuntut Kejelasan Kandang Perseru Serui

Rene Alberts meminta manajemen tak memesan tiket ke Serui sebelum ada kejelasan dari PT LIB.

Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts menuntut sikap tegas operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait Stadion Marora yang akan dijadikan kandang Perseru Serui di Liga 1 2018.

Direktur operasional PT LIB Tigorshalom Boboy sudah menyatakan, tidak ada dispensasi bagi Perseru. Tim Kuda Laut Jingga harus bermain di tempat lain, karena Stadion Marora dinyatakan tak lolos verifikasi.

Di lain sisi manajemen Perseru bersikeras akan tetap menggunakan Stadion Marora. Mereka menilai kekurangan di stadion hanya terletak pada penerangan, sehingga tak bisa digunakan pertandingan malam hari.

Kondisi ini membuat Rene Alberts bingung. Apalagi PSM akan melakoni laga tandang pertamanya melawan Perseru. Rene Alberts pun meminta manajemen tidak memesan tiket ke Serui sebelum ada kejelasan.

“Saya bingung kandang Perseru belum diperjelas saat manager meeting di Jakarta. Sebab, satu-satunya tim yang kandangnya patut dipertanyakan adalah Perseru. Ini harus diperjelas,” cetus Rene Alberts.

“Kami harus mempertimbangkan banyak hal. Perjalanan ke sana jauh, penerbangan sulit, kualitas lapangan kurang. Pencahayaan untuk malam hari belum sesuai standar liga. Saya minta manajemen tidak mem-booking tiket jika belum jelas. Saya butuh kejelasan.”

Rene Alberts menambahkan, seharusnya PT LIB bisa berkaca dari pengalaman Liga 1 2017. Kala itu Perseru harus menjalani laga kandang rasa tandang selama bulan Ramadan. Ini dianggap merugikan bagi tim lain yang sudah bermain di Serui.

“Harusnya hal seperti ini tidak boleh kembali terulang jika ingin meningkatkan kualitas persepakbolaan. Itu menguntungkan tim lawan [yang menjadi tamu],” imbuh Rene Alberts.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Goal.com ID

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *