REAL MADRID VS PSG: Pertarungan Dua Senapan Besar Eropa di Bernabeu

14 Februari 2018, yang jatuh pada Rabu, dua senapan Eropa –istilah yang dipakai oleh UEFA.com– bakal bertemu di babak 16 besar Liga Champions Eropa. Real Madrid versus Paris Saint Germain.

Langkah Madrid, yang kini masih terpuruk di La Liga, lolos ke babak itu setelah bercokol di peringkat kedua Grup H, di bawah Tottenham Hotspur. Sementara PSG, yang kini akan diperkuat Neymar yang diboyong dari Barcelona FC, menjadi pemimpin Grup B.

Madrid, sebagai juara bertahan, ingin menjadi juara untuk kali ketiga secara berturut-turut. PSG sendiri, ingin menorehkan tinta emas, juara Liga Champions untuk kali pertama sejak dibentuk pada 12 Agustus 1970, berkat penggabungan Paris FC dan Stade Saint-Germain.

Namun, dalam sejarah di Liga Champions, kedua tim memiliki perbedaan yang mencolok. Sementara tim Spanyol sudah sampai ke semifinal dalam tujuh musim terakhir, Paris tidak perlu lagi mengingat terhempasnya mereka secara luar biasa pada tahap ini di tangan FC Barcelona 12 bulan yang lalu – pertarungan ketat terakhir mereka melawan tim dari Spanyol.

Sejauh ini, peluang menang Madrid dari PSG, relatif imbang. Namun, dalam pertemuan terakhir kedua tim kaya raya ini, Madrid lebih difavoritkan.

Kedua tim, terakhir kali bertemu di babak grup 2015/16, saat bermain imbang 0-0 di Paris, mendahului kemenangan 1-0 Real Madrid di Spanyol. Nacho mencetak satu-satunya gol pada menit ke-35, yang baru masuk dua menit sebelumnya. Itu membuat Merengues finis di peringkat di bagian tersebut, tiga angka di atas saingan mereka dari Prancis.

Line-up di Santiago Bernabeu pada 3 November 2015 adalah: Madrid: Navas, Danilo, Ramos, Varane, Marcelo (Nacho 33), Modri, Casemiro, Kroos, Jesé (Vázquez 63), Ronaldo, Isco (Kovai 82). Paris: Trapp, Aurier, Thiago Silva, David Luiz, Maxwell, Verratti (Rabiot 17), Motta, Matuidi (Lucas 75), Di María, Ibrahimovi, Cavani.

Namun, Paris pernah mengalahkan Madrid di Eropa dalam dua tahun berturut-turut: di perempat final Piala UEFA 1992/93, PSG menang 1-3 (away), 4-1 (home), dan di perempat final Piala Winners Piala Eropa pada 1993/94, menang 1-0 (away), dan seri 1-1 (home).

Pada 3 Maret 1994, George Weah –yang kini menjadi Presiden Liberia– mencetak gol di babak pertama untuk memenangkan leg pertama bagi pasuk Artur Jorge melawan tim Vicente del Bosque (Madrid). Itulah kekalahan satu-satunya tim Spanyol melawan klub Prancis saat itu.

Pelatih PSG Emery yakin PSG bisa mengalahkan Madrid dan maju ke perempat final Liga Champions (babak 8 besar). “Saya yakin kita bisa bersaing dengan Real Madrid, “kata Emery kepada UEFA.com.

“Untuk membuat sesuatu yang hebat di Liga Champion UEFA, Anda harus mengalahkan tim terbaik. Babak 16 adalah saat yang tepat untuk bermain [dengan] tim seperti itu.”

“Kita perlu menunjukkan karakter kita, keterampilan taktis dan bakat kita. Bakat sangat penting. ”

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : Bisnis.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *