Saatnya Chelsea Serius di Piala Liga Inggris

Tahun lalu, saat Antonio Conte melakoni Premier League musim pertamanya di Chelsea, dia merelakan unbeaten-nya bulan Oktober dengan tersisih pada babak keempat Piala Liga Inggris dari West Ham. Maklum, sebab musim lalu The Blues lebih prioritas ke juara Premier League. Juara akhirnya didapat.

Tetapi, bagaimana dengan musim ini ketika kans mempertahankan trofi Premier League makin berat? Tidak ada kata lain bagi Conte selain harus lebih serius dalam Piala Liga Inggris. Pada perempat final, Conte harus menyisihkan Bournemouth di Stamford Bridge, London, Kamis (21/12) dini hari nanti WIB.

”Kans kami (merebut trofi juara di luar Premier League) masih terbuka,” koar bek kanan Chelsea Cesar Azpilicueta, dikutip situs resmi klub.

Dalam Piala Liga Inggris dua musim terakhir, Chelsea hanya sanggup bertahan sampai babak keempat Piala Liga. Nah, sampai pekan ke-18 Premier League, Azpilicueta dkk sudah berselisih 14 angka dari tim pemuncak klasemen sementara Manchester City.

Wajar jika Azpi waswas Chelsea menuntaskan musim ini tanpa trofi. Sebab, sejak musim 2012-2013 klub milik Roman Abramovich itu punya catatan buruk per dua musim gagal meraih satu pun gelar juara.

Setelah 2012-2013 juara Liga Europa, musim berikutnya nihil, lalu kembali mengangkat dua trofi Premier League dan Piala Liga musim 2014-2015. Semusim selanjutnya, nihil lagi. Di musim lalu terobati dengan gelar juara Premier League. Musim ini? ”Ini sulit, sesulit kami pada momen-momen sebelum Natal,” klaim Azpi.

Buat Conte, ini juga saatnya bagi dia lebih serius di turnamen. Bukan hanya fokus 100 persen merebut gelar juara di kompetisi domestik ataupun Eropa. Faktanya, sejak dia mengawali karier kepelatihannya dengan Arezzo pada 2006 silam, tak pernah sekalipun tactician berkebangsaan Italia itu juara di turnamen.

Di Italia, Conte hanya sekali saja mencicipi final Coppa Italia. Begitu juga ketika berada di London Cobham, kamp latihan Chelsea. Mentok, Chelsea di tangan Conte musim lalu cuma bisa bersaing jadi finalis Piala FA sebelum dikalahkan Arsenal 1-2 dalam final di Wembley. Dia pun sepanjang karir melatihnya hanya tiga kali bisa menembus semifinal turnamen domestik.

Dua kali di Coppa Italia bersama Juventus dan satu kali dalam Piala FA dengan Chelsea. ”Yang saya inginkan tim ini tetap melanjutkan pekan-pekan kemenangannya,” harap pelatih 48 tahun tersebut, dikutip London Evening Standard.

Di Stamford Bridge, Chelsea tak pernah bisa dikalahkan atau ditahan. Selalu menang. Apa bedanya dengan Chelsea musim lalu ketika gagal melanjutkan suksesnya di Premier League dan di Piala Liga?

”Kini, saya pikir tim kami lebih muda dibandingkan musim lalu. Jika bagi klub seperti Chelsea penting untuk mengawali musim dengan anak-anak muda, pada ajang seperti ini (Piala Liga) terbaik bagi mereka,” tutur The Godfather.

Di Piala Liga Chelsea sudah memberi jam terbang untuk anak-anak mudanya. Mulai dari Kenedy, Charly Musonda, Ethan Ampadu dan Jake Clarke-Salter. ”Ini waktunya kami memberi kontribusi,” sebut Kenedy.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : JPNN.com

Pos Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *